Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi

Harga Emas Yang Makin Menguat , Sedangkan Emas Dunia Masih Stabil

Gambar
Lensa Fakta . Harga jual dan beli kembali (buyback) emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada awal perdagangan menjelang akhir pekan terus menguat dan mendapatkan raihan positif tiga hari beruntun. Kenaikan emas dalam negeri mengiringi pergerakan stabil harga emas dunia saat kekhawatiran perang dagang sudah mereda hingga menyeret dlar Amerika Serikat (USD). Diambil dari laman Logammulia, Kamis (20/9/2018) mengungkapkan bahwa harga emas ukuran satu gram melompat lebih tinggi menjadi Rp671.000 per gram dibandingkan dengan kemarin di level Rp669.000/gram. Lonjakan juga terjadi pada harga buyback emas Antam ke level Rp576.000/gram dari sebelumnya yaitu Rp573.000/gram. Selain itu, untuk harga emas Antam berukuran 2 gram dibanderol dengan harga Rp1.291.000 dengan harga per gram Rp645.000. Harga emas 3 gram di patok Rp1.917.000 dengan harga per gram Rp639.000. Emas berukuran 5 gram seharga Rp3.177.000 dengan harga per gram Rp635.400. Harga emas 10 gram dijual Rp6.265.000 diba...

Pasar keuangan AS dan Asia Kembali Bergojalak menyebabkan Harga-harga Emas yang Beraneka Ragam

Gambar
Warta Portal . Pada pembukaan hari terakhir perdagangan pekan ini, harga emas internasional bervariasi. Pasar keuangan di Amerika Serikat dan Asia, kembali bergejolak dan membuat investor beralih ke produk  save haven.  Dilansir dari  CNBC,  Jumat 26 Oktober 2018, harga emas di pasar spot internasional dibanderol US$1.231,1 per ons. Emas bergerak datar, setelah pada Selasa lalu, tembus level tertingginya sejak 17 Juli, seharga US$1.239,6 per ons. Sementara itu, emas berjangka AS, naik 0,1 persen menjadi US$1.233 per ons. Sepekan ini, emas internasional telah naik 0,4 persen. Pada Jumat 26 Oktober 2018, bursa saham Asia terombang ambing berjuang untuk melepaskan diri dari kekalahan di pasar global di hari sebelumnya. Pelemahan pasar keuangan global sendiri, terjadi setelah melemahnya saham raksasa teknologi dunia Alphabet Inc dan Amazon.com. Hal tersebut mengindikasikan, meningkatnya kekhawatiran global atas perdagangan, serta pertumbuhan ekonomi d...

Suku bunga acuan 5.75 Persen BI harus Mempertahankan

Gambar
Lensa indo . Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Oktober 2018 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan BI di level 5,75 persen. Demikian juga untuk suku bunga deposit facility tetap sebesar 5,0 persen dan lending facility yang tetap sebesar 6,5 persen. Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, mengatakan, keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik. “Sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global yang tinggi,” ucap Mirza dalam konferensi pers di kantor BI, Jakarta, Selasa 23 Oktober 2018. Mirza menambahkan, selain itu, BI akan terus menempuh strategi operasi moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas, baik di pasar rupiah maupun valas yang secara efektif memberlakukan transaksi domestik non delivery forward yang telah dimul...

BI memperkirakan Akan Kembali Naik Dengan Jumlah Acuan jadi 5,75 Persen

Gambar
Lensa indo . Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, Bank Indonesia (BI) memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan. Dia memprediksi BI 7-Day Repo Rate bisa bertengger di 5,75 persen hingga akhir tahun. ”Namun, harus melihat juga seberapa jauh The Fed menaikkan FFR. Prediksi 5,75 persen itu sudah cukup untuk meredam (gejolak) transaksi berjalan,” kata Josua. Sejauh ini BI telah menaikkan suku bunga acuan 125 basis poin (bps) dari 4,25 persen menjadi 5,50 persen. Namun, BI diprediksi menaikkan suku bunga acuan setelah The Fed menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 25–26 September. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga melihat bahwa masih ada ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuan bulan ini. Direktur Group Surveilans dan Stabilitas Sistem Keuangan LPS Doddy Ariefianto mengungkapkan, keputusan BI menaikkan suku bunga menjadi 5,50 persen dinilai konsisten dengan upaya untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan meng...